Team Kretek 16 vs Artha Sena 20: Adu Harga, Kemasan, dan Rasa

Team Kretek 16 vs Artha Sena 20: Adu Harga, Kemasan, dan Rasa

E

Penulis

Eko Susanto

Terbit

28 Oct 2026

Di tengah harga rokok yang semakin menguras kantong, kehadiran rokok kretek dengan harga yang terjangkau tentu menarik perhatian. Apalagi jika produk tersebut menawarkan karakter rasa yang masih bisa dinikmati tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. In This Economy, ada dua produk yang menarik untuk dijadikan alternatif bahkan bisa menjadi rokok harian, yaitu Team Kretek 16 dan Artha Sena 20.


Kedua sigaret kretek tangan (SKT) ini bisa menjadi pilihan yang ramah di kantong ketika isi dompet sudah mepet. Karakter keduanya nyaris sama. Salah satu perbedaannya hanya ada pada jumlah isi batangannya saja. Team Kretek berisi 16 batang, sedangkan Artha Sena berisi 20 batang.

Di warung terdekat, Team Kretek dibanderol Rp11.000 per bungkus isi 16 batang. Sementara itu, Artha Sena dijual Rp12.000 per bungkus isi 20 batang. Sekilas, Team Kretek terlihat lebih murah karena harga per bungkusnya lebih rendah. Namun, jika dihitung per batang, Artha Sena justru lebih hemat: Rp600 per batang, dibandingkan Team Kretek yang sekitar Rp688 per batang.

Kemasan Merah Team Kretek

Kudus dikenal sebagai salah satu pusat sejarah industri kretek Indonesia. Kota ini merupakan tempat lahirnya kretek melalui tangan H. Djamhari. Karena itu, produk kretek asal Kudus selalu menarik untuk diperhatikan, termasuk Team Kretek 16.

Salah satu ciri Team Kretek yang paling mudah dikenali adalah kemasannya yang didominasi warna merah. Pilihan warna ini memberikan kesan berani sekaligus membuat bungkusnya mudah dikenali saat berjajar dengan berbagai merek lain di warung.

Desain bungkusnya relatif sederhana. Team Kretek tidak mengandalkan banyak elemen visual yang rumit untuk menampilkan identitas mereknya. Pendekatan ini membuat kemasannya terasa lugas, sesuai dengan posisinya sebagai kretek di segmen harga terjangkau.

Bagi saya, desain seperti ini cukup menarik. Kemasan rokok tidak selalu harus terlihat mewah; yang penting, identitasnya mudah diingat. Warna merah yang kuat serta penempatan nama merek yang pas sudah cukup memberi ciri khas pada Team Kretek.

Artha Sena 20, Kemasannya Tidak Terlihat Murahan

Berbeda dengan Team Kretek, Artha Sena tampil dengan dominasi warna merah marun yang dipadukan dengan elemen kuning. Perpaduan ini memberikan kesan tegas sekaligus membuat kemasannya terlihat lebih menonjol.

Desain Artha Sena cukup menarik untuk produk di kelas harga terjangkau. Bahkan, sekilas warna dominan pada kemasannya agak mirip dengan Win Filter.

Font pada tulisan Artha menggunakan huruf bergaya Latin, sedangkan kata Sena ditampilkan dengan ukuran lebih kecil di bagian atasnya. Ada pula keterangan jumlah batang dan tulisan Handmade Product yang menegaskan identitasnya sebagai produk kretek tangan.

Salah satu detail yang menarik adalah elemen kuning pada kemasannya. Bagian ini ternyata memiliki efek hologram dengan tulisan Sena yang berulang. Detail tersebut menunjukkan perhatian pada desain yang mungkin tidak langsung dibayangkan orang ketika mengetahui harga jualnya hanya Rp12.000.

Dari segi visual, Artha Sena memiliki karakter yang berbeda dari Team Kretek. Jika Team Kretek mengandalkan warna merah dengan tampilan sederhana, Artha Sena memadukan merah marun dan kuning untuk membangun kesan yang lebih berlapis.

Keduanya menunjukkan bahwa produk rokok dengan harga terjangkau pun perlu memperhatikan desain kemasan agar tidak terkesan murahan.

Persaingan Harga

Sekarang kita masuk ke perbandingan yang paling mudah dihitung, yaitu harga per bungkus dan harga per batang pada masing-masing produk.

Team Kretek dibanderol Rp11.000 per bungkus dengan isi 16 batang. Sementara itu, Artha Sena dijual Rp12.000 per bungkus dengan isi 20 batang.

Jika hanya melihat harga per bungkus, Team Kretek memang terlihat lebih murah. Namun, jika dihitung per batang, harganya sekitar Rp687,50, sedangkan Artha Sena berada di angka Rp600 per batang.

Artinya, meskipun harga per bungkusnya lebih tinggi, Artha Sena justru lebih murah jika dibandingkan berdasarkan harga per batang.

Selisihnya memang tidak terlalu besar. bahkan tipis banget. Meski begitu, perhitungan ini memperlihatkan bahwa membandingkan rokok berdasarkan harga per bungkus saja tidak selalu memberikan gambaran yang utuh.

Namun, harga murah bukan satu-satunya faktor yang menentukan pilihan seorang perokok membeli rokok sesuai pilihannya. Karena di balik pertimbangan harga, rasa tetap menjadi hal yang paling penting. Sebab, buat apa membeli rokok murah kalau rasanya ternyata tidak cocok dengan selera sendiri?

Adu Karakter Rasa: Manis dan Gurih versus Gurih dengan Pahit Tipis

Dari segi rasa, Team Kretek dan Artha Sena menawarkan pengalaman yang berbeda, meskipun keduanya sama-sama memiliki tarikan ringan.

Team Kretek 16 memiliki karakter rasa manis, ringan, dan gurih. Rasa manisnya muncul sejak isapan pertama, berpadu dengan karakter tembakau yang khas.

Setelah beberapa isapan, sensasi gurih mulai terasa dan memberikan bobot pada rasanya. Menariknya, karakter tersebut tidak disertai sensasi pedas yang terlalu menonjol. Hasilnya, profil rasa Team Kretek terasa relatif lembut dan tidak terlalu agresif.

Rasa manisnya juga masih tertinggal setelah isapan berakhir. Jejak rasa ini menjadi salah satu ciri Team Kretek yang paling mudah saya ingat.

Sementara itu, Artha Sena memiliki tarikan yang juga ringan. Kepadatan tembakau pada setiap batangnya terasa konsisten dan tidak terlalu padat. Karakter gurihnya cukup terasa, tetapi rasa manisnya tidak begitu menonjol seperti pada Team Kretek. Bahkan boleh dibilang tidak ada rasa manisnya. Seandainya terasa manisnya tentu sangat tipis sekali.

Aroma Artha Sena juga tidak terlalu menusuk, dan asapnya masih terasa relatif lembut saat melewati tenggorokan. Rasa yang tertinggal setelah merokok juga tidak membuat saya merasa enek. Walaupun ada rasa agak sedikit pahit.

Jika Team Kretek lebih menonjolkan perpaduan manis dan gurih, Artha Sena cenderung menghadirkan rasa gurih dengan sentuhan pahit tipis yang tidak terlalu tajam.

Tentu saja, penilaian ini berdasarkan pengalaman pribadi saya. Persepsi terhadap rasa dan aroma bisa berbeda antara saya, Anda, dan perokok lainnya.

Menurutmu, Mana yang Lebih Menarik?

Team Kretek 16 dan Artha Sena 20 menunjukkan dua pendekatan berbeda di segmen sigaret kretek tangan (SKT) dengan harga terjangkau.

Team Kretek tampil dengan kemasan merah yang sederhana, harga per bungkus lebih rendah, serta karakter manis dan gurih yang cukup menonjol. Sementara itu, Artha Sena menawarkan kemasan merah marun dengan detail hologram, isi 20 batang, dan karakter gurih dengan sentuhan pahit tipis. Keduanya sama-sama memiliki tarikan yang ringan dan halus.

Jika pertimbangannya adalah jumlah uang yang dikeluarkan untuk membeli satu bungkus, Team Kretek lebih murah. Namun, jika dihitung berdasarkan harga per batang, Artha Sena sedikit lebih unggul.

Keduanya memiliki karakter yang bisa menjadi pertimbangan bagi perokok. Team Kretek menawarkan kesederhanaan dengan rasa manis dan gurih, sedangkan Artha Sena hadir dengan kemasan yang lebih berornamen serta rasa gurih dan pahit tipis.

Saya hanya memberikan gambaran mengenai desain kemasan, harga, dan rasanya. Pilihan tetap kembali kepada Anda yang paling tahu selera masing-masing. Di tengah kondisi kantong yang kembang kempis, kedua rokok ini bisa menjadi alternatif rokok harian untuk menggantikan merek golongan utama yang harganya makin tinggi.

Beberapa teman saya kini juga menjadikan Team Kretek sebagai rokok harian, ada juga yang menjadikan Artha Sena sebagai rokok harian, menggantikan merek rokok harian sebelumnya yang mereka konsumsi karena harganya yang relatif lebih mahal.

Saat ini, rokok harian saya juga Team Kretek.

Kalau kamu, apa rokok harianmu saat ini?

Arsip Visual Terbaru