Sejak Kapan Rokok Kretek Menggunakan Rasa dan Aroma Buah?

Sejak Kapan Rokok Kretek Menggunakan Rasa dan Aroma Buah?

E

Penulis

Eko Susanto

Terbit

26 Oct 2026

Sejak dahulu, kretek identik dengan perpaduan tembakau dan cengkeh yang menghasilkan aroma khas. Racikan ini kemudian dikenal sebagai cita rasa tradisional oleh para penikmat rokok konvensional.

Namun, perkembangan zaman dan ketatnya persaingan pasar mendorong pabrikan rokok untuk terus berinovasi. Perjalanan industri kretek pun tidak berhenti pada racikan tembakau dan cengkeh. Seiring perubahan selera pasar, produsen mulai mengeksplorasi aroma dan rasa buah, seperti ceri, kurma, mangga, dan nanas, serta karakter rasa lainnya, seperti vanila, kopi, teh, dan madu.

kretek rasa mangga skt djinggo mango


Kehadiran kretek dengan beragam karakter rasa menjadi bagian dari perjalanan inovasi industri rokok kretek di Indonesia. Perkembangan ini memperlihatkan upaya produsen menawarkan pengalaman berbeda tanpa sepenuhnya meninggalkan identitas kretek.

Lantas, sejak kapan rokok kretek mulai menggunakan aroma dan cita rasa buah?

Djarum Cherry dan Inovasi Kretek Beraroma Buah

Salah satu tonggak dalam perkembangan kretek beraroma buah adalah Djarum Cherry, yang diperkenalkan sekitar tahun 2003. Namun, produk ini hanya ditujukan untuk pasar internasional.

Selain Djarum Cherry, PT Djarum juga mengembangkan Djarum Vanilla untuk pasar internasional. Karena tidak dipasarkan di Indonesia, inovasi tersebut cenderung luput dari perhatian penikmat kretek dalam negeri. Mereka belum dapat menikmati produk-produk itu melalui pasar domestik sebelum kretek dengan beragam aroma dan rasa semakin populer seperti sekarang.

Pada tahun 2004, inovasi rasa PT Djarum meluas ke produk yang ditujukan bagi pasar Indonesia. Saat itu, perusahaan memperkenalkan Djarum Black Cappuccino, produk rokok kretek mild dengan karakter rasa kopi cappuccino. Eksplorasi rasa kemudian berlanjut melalui Djarum Black Tea.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa eksplorasi aroma dan rasa bukan sekadar tren yang muncul belakangan. Industri kretek telah mengembangkan beragam karakter rasa untuk menjangkau pasar yang berbeda, baik di dalam maupun di luar negeri.


Aroma dan Rasa Bukan Hal yang Sepenuhnya Baru

Sebenarnya, penggunaan bahan pemberi aroma dan rasa dalam racikan kretek bukanlah sesuatu yang asing. Dalam setiap produk sigaret kretek mesin (SKM) reguler, baik produksi PT Djarum maupun pabrikan lain, terdapat saus yang melengkapi unsur tembakau dan cengkeh. Racikan saus tersebut dapat mengandung aroma dan rasa buah, seperti pisang, serta unsur lainnya.

Namun, saus dalam produk kretek reguler, baik kategori SKM maupun sigaret kretek tangan (SKT), tidak secara khusus ditujukan untuk menghadirkan satu rasa tertentu. Aroma dan rasa buah serta unsur lain dalam saus yang dicampurkan dengan tembakau dan cengkeh berfungsi sebagai penguat cita rasa kretek secara keseluruhan.

Seiring perkembangan industri rokok kretek, penggunaan bahan pemberi aroma dan rasa semakin beragam. Produsen kemudian mengembangkan racikan yang menjadi bagian penting dari karakter masing-masing merek.

Hal ini menarik karena menunjukkan bahwa inovasi rasa dalam industri kretek memiliki akar sejarah yang lebih panjang daripada kemunculan produk beraroma buah dengan nama yang mencolok pada kemasannya.

Meski demikian, ada perbedaan antara penggunaan bahan dalam racikan untuk membentuk aroma khas kretek dan peluncuran produk yang secara khusus menawarkan karakter rasa buah tertentu.

Pada produk rokok kretek generasi baru, nama seperti Blueberry, Cherry, Apple, Mango, atau Pineapple membuat karakter rasa yang ditawarkan lebih mudah dikenali konsumen.

Dengan kata lain, perkembangan kretek beraroma buah tidak hanya berkaitan dengan perubahan racikan, tetapi juga dengan cara produsen memperkenalkan karakter produknya kepada pasar.

Djarum 76 Membawa Rasa Buah ke Ranah SKT

Jika SKM Djarum Cherry menjadi salah satu penanda perkembangan kretek beraroma buah pada awal 2000-an, eksplorasi rasa berikutnya juga terlihat pada kategori Sigaret Kretek Tangan (SKT).

skt juara teh manis


Salah satu produk yang menandai perkembangan tersebut adalah Juara Teh Manis, kretek SKT dengan rasa dan aroma teh. Produk yang diproduksi PT Tri Sakti Purwosari Makmur ini diluncurkan pada 2018 dengan harga relatif terjangkau, yakni Rp9.000. Kehadirannya mendapat sambutan pasar karena menawarkan pilihan baru di tengah produk SKT yang saat itu masih didominasi cita rasa tradisional. Sejumlah konsumen pun mulai mencoba dan beralih ke Juara Teh Manis. Setelah meraih keberhasilan melalui varian tersebut, Juara memperluas lini produknya dengan menghadirkan Juara Jambu dan Juara Mangga.

Djarum 76, yang pertama kali diperkenalkan pada 1976, sejak awal dikenal sebagai SKT dengan karakter khas tembakau dan cengkeh. Selama bertahun-tahun, merek ini mempertahankan identitasnya sebagai produk kretek tradisional.

Namun, pada dekade 2020-an, lini produk Djarum 76 mulai berkembang dengan pilihan rasa yang berbeda dari varian original. Djarum 76 Madu Hitam hadir pada 2021, disusul Djarum 76 Kurma Royal dan Djarum 76 Mangga pada 2023. Varian Mangga diperkenalkan pada Juli 2023 dan menjadi salah satu contoh pengembangan SKT dengan karakter rasa buah yang jelas.

Cukai Juara Teh Manis


Perkembangan ini menunjukkan bahwa eksplorasi rasa tidak hanya berlangsung pada rokok buatan mesin atau produk berformat ramping. SKT, yang proses produksinya masih mengandalkan keterampilan pelinting tangan, juga menjadi ruang bagi pengembangan cita rasa.

Pada 2024, Djarum kembali memperluas lini produknya melalui varian Djarum 76 Nanas. Kehadiran berbagai varian tersebut memperlihatkan bahwa rasa buah telah menjadi salah satu pilihan dalam pengembangan kretek tangan modern. Kemunculan Djarum 76 Apel kemudian turut menarik perhatian pasar dan ramai diperbincangkan.

Meski demikian, rasa buah bukan satu-satunya bentuk inovasi dalam produk kretek. Madu dan teh, misalnya, menunjukkan bahwa pengembangan cita rasa juga menjangkau karakter manis serta aroma di luar buah. Sementara itu, kurma menawarkan karakter yang berbeda dari rasa buah segar.

Dari Mangga hingga Lychee Tea

Dalam perkembangan yang lebih baru, pilihan rasa pada produk kretek semakin beragam. Selain Djarum 76 Mangga, Djarum 76 Nanas, dan Djarum 76 Apel, produsen lain juga menawarkan produk dengan karakter buah maupun perpaduan buah dan minuman.

Wismilak, misalnya, menampilkan lini Wismilak Slim Klik dengan varian Berry Tea, Ice Tea, dan Lychee Tea dalam katalog produknya. Lini ini menggabungkan format SKT ramping dengan teknologi kapsul yang memungkinkan karakter rasa dilepaskan melalui mekanisme klik.

diplomat berry rush by wismilak


Kehadiran produk tersebut memperlihatkan bahwa inovasi tidak hanya berlangsung pada bahan atau racikan, tetapi juga pada cara karakter rasa dihadirkan kepada konsumen.

Mengapa Rasa Buah Menarik bagi Industri Kretek?

Pengembangan karakter rasa memberi produsen ruang untuk membedakan produknya dari produk lain.

Di tengah banyaknya merek kretek dengan karakter tembakau dan cengkih yang beragam, aroma buah dapat menjadi salah satu identitas pembeda. Nama rasa yang mudah dikenali juga membantu konsumen memahami karakter yang ditawarkan sebuah produk.

Namun, tidak semua kretek beraroma buah memiliki karakter yang sama. Ada produk yang menonjolkan aroma buah, ada yang memadukannya dengan karakter tembakau dan cengkih, dan ada pula yang menggunakan kapsul untuk memberikan sensasi rasa tambahan.

Karena itu, istilah rokok beraroma buah dan rokok bercita rasa buah tidak selalu merujuk pada hal yang sama. Aroma berkaitan dengan bau yang tercium, sedangkan cita rasa mencakup keseluruhan persepsi rasa dan aroma saat produk dikonsumsi.

Perbedaan ini penting ketika membicarakan produk seperti Aroma Max Apple, Djarum 76 Mangga, atau Wismilak Slim Klik Lychee Tea. Masing-masing hadir dengan pendekatan produk yang berbeda.

Kretek Terus Berubah, Tradisi Tetap Menjadi Dasar

Perjalanan kretek beraroma buah memperlihatkan bahwa industri kretek Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman.

Sejak hadirnya Djarum Cherry pada 2003, pengembangan kretek dengan karakter rasa nontradisional semakin terlihat di berbagai lini produk. Pada 2018, SKT Juara Teh Manis turut meramaikan pasar kretek bercita rasa dan beraroma dengan harga terjangkau. Memasuki dekade 2020-an, inovasi dalam kategori SKT berlanjut melalui Djarum 76 Mangga dan Djarum 76 Nanas. Di luar itu, muncul pula produk dengan format dan mekanisme rasa yang berbeda.

Meski demikian, perkembangan ini tidak berarti kretek tradisional kehilangan tempatnya. Produk dengan racikan tembakau dan cengkih yang khas tetap menjadi bagian penting dari industri kretek.

Kehadiran kretek beraroma buah menunjukkan luasnya kemungkinan pengembangan produk dalam industri yang memiliki sejarah panjang ini. Sejarah kretek bukan hanya cerita tentang tembakau dan cengkih, melainkan juga tentang perubahan racikan, perkembangan teknologi, serta cara produsen merespons dinamika pasar.

Dari aroma cherry hingga mangga, nanas, dan apel, perjalanan tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana industri kretek Indonesia terus mencari bentuk baru tanpa sepenuhnya meninggalkan akar tradisinya.

Arsip Visual Terbaru