Mereka yang Melampaui Waktu: Perokok dan Pemahaman Kita tentang Kesehatan

Mereka yang Melampaui Waktu: Perokok dan Pemahaman Kita tentang Kesehatan

E

Penulis

Eko Susanto

Terbit

03 Aug 2026

Pada tahun 2012, harian Kompas menulis tentang Sumiati, seorang perempuan berusia 72 tahun dari Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur. Yang menarik perhatian bukan hanya usianya, melainkan kebiasaannya merokok satu bungkus sehari selama puluhan tahun. Sumiati mulai merokok sejak berusia 11 tahun, yang berarti ia telah melakukannya selama lebih dari enam dekade ketika kisah itu ditulis. Anehnya, kondisi fisiknya tetap baik; ia masih bisa berjalan dengan mudah, bicara jelas, memiliki daya ingat yang tajam, dan sebagian besar giginya masih utuh.

 

Kisah seperti Sumiati bukanlah sesuatu yang unik. Film dokumenter “Mereka yang Melampaui Waktu” karya Darwin Nugraha, yang dirilis pada 2013, juga menampilkan kehidupan orang lanjut usia yang aktif dan sehat, termasuk beberapa di antaranya adalah perokok berat selama puluhan tahun. Film ini tidak berusaha membentuk teori kesehatan, melainkan memaparkan kenyataan bahwa hidup manusia lebih kompleks daripada sekadar satu variabel saja.

 

Semua orang mendambakan kesehatan. Dengan tubuh yang sehat, seseorang bisa bekerja lebih lama, berkarya, menikmati waktu bersama keluarga, atau sekadar menyeruput kopi di teras rumah. Namun, bagaimana kesehatan itu terbentuk? Jawabannya tidaklah sederhana. Kesehatan adalah hasil dari banyak faktor: pola makan, aktivitas fisik, lingkungan, tidur berkualitas, kesehatan mental, faktor genetik, hubungan sosial, dan gaya hidup.

 

Kisah-kisah seperti Sumiati menarik bukan karena menepis risiko kesehatan akibat merokok, tetapi karena menunjukkan bahwa kenyataannya tidak selalu sesuai dengan narasi yang disederhanakan.

 

Sejarah panjang konsumsi tembakau di Indonesia melibatkan kretek sebagai bagian budaya. Ini terkait tradisi, pergaulan sosial, hingga mata pencaharian petani dan buruh. Dalam sejarah ini, terdapat berbagai kisah; ada yang tetap sehat meskipun merokok hingga tua dan ada yang mengalami masalah kesehatan. Demikian pula, ada orang yang tak pernah merokok tetapi terserang penyakit serius. Ini menunjukkan bahwa kesehatan manusia tidak bisa dipahami hanya dari satu faktor.

 

Namun, ruang publik sering suka dengan kesimpulan sederhana, di mana merokok dilihat sebagai penyebab hampir semua masalah kesehatan. Meski mudah dipahami, pandangan ini tidak sepenuhnya mencerminkan kenyataan yang lebih kompleks.

 

Banyak orang meyakini semua perokok akan mengalami masalah kesehatan sama. Keyakinan ini berkembang menjadi stigma sosial. Namun, saat bertemu dengan sosok seperti Sumiati atau menonton kisah para lansia dalam film dokumenter “Mereka yang Melampaui Waktu,” muncul pertanyaan terhadap keyakinan tersebut. (Film “Mereka yang Melampaui Waktu" bisa ditonton di sini: https://www.youtube.com/watch?v=WpRsoTeiOP4

 

Orang mulai berpikir mungkin faktor pola hidup yang baik, genetik, lingkungan, atau aktivitas fisik berperan besar. Ironisnya, penjelasan itu mengakui bahwa kesehatan dipengaruhi oleh banyak faktor. Dengan demikian, jangan selalu menyalahkan orang yang merokok jika seseorang terjangkit penyakit.

 

Pandangan hitam-putih seringkali gagal konsisten ketika berhadapan dengan kenyataan yang lebih kaya nuansa.

 

Melihat Manusia Secara Keseluruhan

 

Kisah-kisah seperti ini tentu bukan alasan untuk mengabaikan berbagai penelitian tentang risiko kesehatan akibat merokok. Risiko tetaplah risiko, dan setiap individu berhak mendapatkan informasi yang jelas sebelum membuat keputusan.

 

Namun, kita perlu waspada agar tidak terjebak dalam pola pikir yang menyederhanakan manusia hanya berdasarkan satu kebiasaan tertentu. Kehidupan manusia jauh lebih kompleks dari sekadar label "perokok" atau "bukan perokok". Setiap individu membawa riwayat genetik, pengaruh lingkungan sosial, pilihan hidup, tekanan kerja, tekanan psikologis, serta rutinitas sehari-hari yang saling bertautan dalam cara yang unik.

 

Oleh karena itu, memperlakukan semua perokok sebagai simbol penyakit atau penyebab utama masalah kesehatan adalah bentuk penyederhanaan yang tidak membantu kita memahami realitas secara utuh.

 

Mungkin pelajaran paling berharga dari kisah Sumiati dan para tokoh dalam film dokumenter “Mereka yang Melampaui Waktu” bukanlah sekadar apakah merokok berdampak pada panjang umur seseorang. Pesannya lebih pada kesadaran bahwa kesehatan manusia tidak pernah sesederhana sebuah slogan. Kesehatan adalah hasil dari banyak faktor yang saling memengaruhi, sehingga membutuhkan sudut pandang yang lebih adil, terbuka, dan manusiawi dalam memahami kehidupan.

 

Arsip Visual Terbaru