LA Ice Purple Boost menghadirkan perpaduan aroma dan rasa berry serta sensasi menthol yang disajikan dalam batangan sigaret kretek mesin (SKM) mild. Keunikan dari produk ini tidak hanya terletak pada inovasi rasa, tetapi juga bagaimana aroma tersebut berpadu harmonis dengan cita rasa LA Lights yang telah dikenal luas.
Di Indonesia, rokok kretek dengan aroma buah dan sensasi dingin bukanlah hal baru. Banyak merek, terutama brand pabrikan besar telah menciptakan inovasi rasa, mulai dari berry hingga cappuccino. Namun, setiap produk hadir dengan cara unik dalam meramu aroma dan menjaga karakter khasnya.
Misalnya, Djarum jauh sebelumnya meluncurkan varian seperti Djarum Black Tea, Cherry, dan Cappuccino. Sementara di segmen sigaret kretek tangan (SKT), ada Djarum 76 Madu Hitam, yang menjadi bukti bahwa eksplorasi rasa juga ada pada kretek konvensional.

Sekarang, melalui LA Ice Purple Boost, Djarum menawarkan kombinasi berry dan menthol dalam kategori rokok SKM mild. Seperti apa sensasi mencicipi produk ini?
Mengenali karakter sebelum menekan kapsul
Saya mendapat kesempatan mencoba LA Ice Purple Boost setelah melihatnya beberapa kali di media sosial dan akhirnya menemukannya saat liburan sekolah di Yogyakarta. Saat berkunjung ke minimarket untuk membeli minuman dingin, saya melihat produk ini di etalase rokok. warna ungunya dalam etalase sangat memikat mata.
Saya membelinya seharga Rp35.000 per bungkus yang berisi 16 batang. Harga ini bisa saja berbeda dengan harga di kotamu.
Seperti saat mencoba produk baru lainnya, saya memperhatikan desain kemasan, kertas pembungkus, filter, hingga aroma batang rokok, sebelum saya menyalakan. Kebiasaan ini membantu mengenali karakter aroma yang muncul sebelum rokok benar-benar dicicipi.
LA Ice Purple Boost memiliki kapsul pada filter yang bisa ditekan untuk menambah rasa. Saat saya mencoba nyalakan, saya mencatat setiap sensasi pengalaman mulai dari sebelum dan sesudah menekan kapsul.
Pada beberapa isapan awal tanpa menekan kapsul, karakter LA Lights tetap kuat. Ada aroma berry sangat tipis yang hadir tanpa mendominasi. Rasanya cukup menyenangkan, dengan kesan sederhana tanpa berlebihan.
Aroma tersebut terasa lembut dan tidak mengubah identitas dasar produk. Bagi saya, pendekatan ini menarik karena inovasi rasa pada rokok sudah seharusnya tidak sepenuhnya mengambil alih rasa khasnya, sebagaimana rasa dan ciri khas LA Lights.
Bagi penggemarnya, karakter LA Lights merah, sudah sangat familiar dan mudah dikenali rasanya. Pada produk Purple Boost ini, roma berry muncul hanya sebagai pelengkap, bukan sebagai karakter utama yang mendominasi.
Menekan Kapsul memunculkan Sensasi Berry
Saat menekan kapsul, sensasi menthol dan aroma berry-nya langsung terasa. Sensasi dingin menthol langsung menyentuh lidah, berpadu dengan aroma berry yang semakin kuat. Keduanya menciptakan kombinasi unik yang mengingatkan saya pada karakter kretek mild beraroma, dengan perpaduan sensasi dingin dan rasa buah. Namun, berdasarkan pengalaman personal, LA Ice Purple Boost tidak menyajikan aroma berry yang terlalu mencolok atau rasa manis yang berlebihan. Rasa berry hadir sebagai harmonisasi rasa yang telah menjadi ciri khas LA Lights.
Inilah yang menjadi pembeda utama produk ini bagi saya. Menthol memberikan nuansa segar, sementara aroma berry hanya menambahkan lapisan halus tanpa sepenuhnya menghapus karakter asli LA Lights. Sebagai seseorang yang tidak terlalu menyukai rokok menthol, saya sering merasa sensasi segar berlebihan pada beberapa produk lain cenderung merusak kenikmatan, terutama saat menikmatinya bersama minuman seperti kopi atau teh. Oleh karena itu, pada awalnya saya cukup skeptis ketika mencoba varian baru yang memberikan karakter menthol, termasuk LA Ice Purple Boost ini.

Namun, pengalaman saya dengan produk ini cukup menarik. Perpaduan antara berry dan menthol pada LA Lights terasa lebih seimbang dibandingkan dengan produk menthol lainnya yang pernah saya coba. Tentunya, penilaian ini sangat subjektif, tergantung pada preferensi dan kebiasaan masing-masing individu.
Aroma berry pada produk ini juga tidak terasa dibuat-buat atau terlalu kuat. Kehadirannya lembut sehingga tidak mendominasi rasa dasar kretek LA Lights yang khas. Hal ini memungkinkan saya untuk tetap merasakan keaslian sensasi LA Lights tanpa terlalu terganggu oleh rasa tambahan.
Mencoba dalam berbagai suasana
Untuk menguji rasanya agak lebih jauh, saya mencoba mencicipi LA Ice Purple Boost ini dengan berbagai momen; mulai sambil menikmati es teh manis, dan kopi hitam, hingga setelah makan. Saat diminum bersama es teh manis, karakter dasar LA Lights masih cukup kentara. Aroma berry menyatu tanpa berlebihan, sedangkan rasa menthol akan terasa lebih menonjol jika kita memecahkan kapsulnya pada ujung filter.
Berbeda lagi saat diminum bersama kopi hitam. Biasanya, saya cenderung memilih kretek dengan sensasi dingin ringan untuk menemani secangkir kopi hangat. Namun pada LA Ice Purple Boost, meskipun mentholnya terasa lebih kuat dibandingkan preferensi saya, kombinasi dengan aroma berry tetap menyuguhkan pengalaman yang lumayan menyenangkan. Meski begitu, saya yakin preferensi terhadap rasa seperti ini sangat bergantung pada selera individu.

Setelah menyantap makanan dengan cita rasa gurih dan pedas, seperti sambal terasi, sayur lodeh, tempe, dan telur dadar, saya kurang bisa menikmati sensasi menthol dalam produk ini. Dalam situasi seperti itu, saya lebih menyukai kretek biasa tanpa ada rasa tambahan. Pengalaman ini mengingatkan saya, bahwa tidak semua rokok kretek cocok untuk setiap kondisi. Beberapa produk dirancang untuk pasangan kopi atau teh, sementara lainnya lebih pas untuk dinikmati secara terpisah dari makanan.
Namun yang berbeda dengan LA Ice Purple Boost adalah karakternya tetap konsisten dalam berbagai kondisi. Aroma berry tidak mendominasi, efek menthol terasa hanya setelah kapsulnya ditekan, dan rasa dasar L.A Lights masih dapat dikenali dengan baik dalam setiap isapan.
Inovasi rasa dengan mempertahankan karakter orisinal
Satu hal yang patut diapresiasi dari LA Ice Purple Boost adalah kemampuannya menawarkan inovasi rasa tanpa meninggalkan karakter orisinal ciri khas rasanya. Berbeda dengan beberapa merek lain, di mana tambahan rasa sering kali menjadi terlalu dominan, produk ini mengedepankan harmoni: aroma berry serta menthol menjadi elemen pelengkap, bukan pengganti. Ini menjadi kelebihan tersendiri dibandingkan varian SKM flavored lainnya.
Strategi semacam ini sebenarnya bukan hal baru, karena juga diterapkan oleh sejumlah produsen rokok lainnya. Alih-alih menciptakan sensasi rasa yang sepenuhnya baru, mereka fokus mempertahankan identitas yang dikenal konsumen sambil menambahkan elemen menarik untuk memberikan dinamika rasa berbeda.
Meski begitu, sulit untuk menebak apakah pendekatan ini merupakan strategi khusus dari Djarum dalam mengembangkan produk. Namun berdasarkan penilaian pribadi saya, mereka berhasil menciptakan kombinasi rasa di mana menthol dan berry menjadi pelengkap aantara satu sama lainnya tanpa menghilangkan karakter orisinal LA Lights.
Bagi penggemar kretek mild beraroma dan rasa, LA Ice Purple Boost mungkin akan terasa seperti menemukan sesuatu yang akrab namun tetap menawarkan kejutan kecil. Sebaliknya, bagi mereka yang kurang menyukai sensasi menthol atau rasa tambahan dalam kretek, efek dingin ini mungkin menjadi faktor krusial dalam memutuskan sesuai atau tidaknya varian ini bagi mereka.
Layakkah produk ini masuk dalam daftar yang patut diperhatikan?
Berdasarkan pengalaman saya mencicipi LA Ice Purple Boost, varian ini memang pantas untuk dijadikan bahan perbandingan dengan produk mild beraroma lainnya. Bukan karena menawarkan rasa yang sepenuhnya baru, melainkan karena hadirnya kombinasi unik antara aroma berry dan menthol yang tetap mempertahankan ciri khas LA Lights.
Dalam daftar produk serupa yang pernah saya coba, ada beberapa varian lain yang lebih saya nikmati, seperti Esse Honey atau Forte Extra Breeze Menthol, tergantung situasinya. Namun, LA Ice Purple Boost memberikan pengalaman yang berbeda dan memiliki daya tarik tersendiri. Ini menjadikannya patut diperhitungkan ketika membahas inovasi rasa dalam kategori kretek mild.
Pada akhirnya, penilaian terhadap sebuah produk sangat subjektif, tergantung pada preferensi masing-masing individu. Ada yang menggemari sensasi menthol yang kuat, namun ada juga yang lebih menikmati aroma buah yang lembut, dan sebagian lagi lebih suka pada karakter asli kretek konvensional.
LA Ice Purple Boost menunjukkan bagaimana produsen berinovasi dengan memadukan elemen aroma buah dan menthol tanpa mengorbankan identitas utama produknya. Setidaknya, itu kesan yang saya dapatkan dari mencicipinya.
Bagi saya, daya tarik utama produk ini bukan klaim sebagai yang terbaik di kelasnya, melainkan keseriusannya dalam menggabungkan dua elemen rasa dengan sentuhan khas LA Lights. Apakah kombinasi ini cocok dengan selera konsumen pada umumnya? Tentu saja jawabannya sangat bervariasi dan tidak bisa disamaratakan. Karena rasa itu relatif dan tak terbatas pada siapa yang mencicipinya. Mungkin saja Anda merasa cocok dengan LA Ice Purple Boost ini namun teman anda mungkin tidak.