Djarum Black Matcha: Kretek dengan Sentuhan Matcha yang Segar, Lembut, dan Berbeda dari Varian Djarum Black Lainnya

Djarum Black Matcha: Kretek dengan Sentuhan Matcha yang Segar, Lembut, dan Berbeda dari Varian Djarum Black Lainnya

E

Penulis

Eko Susanto

Terbit

30 Jun 2026

Djarum Black Matcha merupakan salah satu terobosan terbaru dari PT Djarum yang berhasil menarik perhatian pecinta kretek dalam beberapa minggu terakhir ini. Tidak seperti varian Djarum Black lain yang identik dengan karakter bold dan aroma kretek modern yang khas, Black Matcha menghadirkan pengalaman baru dengan kombinasi aroma matcha yang lembut dan sensasi kesegaran mirip menthol. Produk ini bukan hanya sekadar kretek dengan aroma teh hijau, melainkan menghasilkan profil rasa yang ringan, halus, serta meninggalkan aftertaste menyenangkan.

 

Hadirnya Djarum Black Matcha menunjukkan bahwa industri kretek Indonesia tidak pernah stagnan, selalu bergerak maju dengan inovasi. Di era di mana banyak produsen kretek mengeksplorasi rasa teh, kopi, buah, atau mint, PT Djarum tampil berani dengan menyatukan cita rasa kretek tradisional dan popularitas flavor matcha yang sedang digemari oleh kaum muda.

 

Namun, apakah Djarum Black Matcha hanya ditujukan bagi perokok milenial? Ataukah penikmat kretek konvensional juga bisa menghargai inovasi ini? Saya memutuskan untuk mencoba beberapa batang demi menemukan jawabannya.

 

Djarum Black Matcha: Ketika Kretek Berpadu dengan Aroma Matcha

 

Banyak yang awalnya mengira label matcha pada Djarum Black Matcha hanyalah strategi pemasaran semata. Namun, anggapan ini mulai berubah saat batang pertama dinyalakan.

batangan kretek black matcha by djarum kudus


 

Bahkan sebelum api menyentuh ujungnya, aroma dari kemasan sudah memberikan kesan berbeda. Keharuman khas teh hijau matcha tercium cukup jelas, namun tetap terasa lembut dan tidak mendominasi. Aroma cengkeh, yang menjadi ciri khas kretek, tetap hadir memberikan keseimbangan aroma.

 

Saat diisap, sensasi dingin langsung terasa pada rongga mulut. Namun uniknya, kesegaran tersebut tidak menusuk seperti rokok menthol pada umumnya. Sebaliknya, sensasi dinginnya mengalir dengan halus, menciptakan pengalaman yang lembut dan nyaman.

 

Di sinilah Djarum Black Matcha mulai menunjukkan karakternya.

 

Alih-alih memberikan sensasi yang ekstrem, PT Djarum tampaknya berfokus menciptakan pengalaman merokok yang lebih santai dan elegan. Karakter matcha dijadikan elemen utama, sementara rasa khas kreteknya tetap menjadi fondasi yang memikat.

 

Sentuhan Elegan pada Desain Kemasan

 

Salah satu elemen yang langsung menarik perhatian adalah desain bungkusnya yang elegan. PT Djarum mempertahankan nuansa khas seri Black dengan dominasi warna hitam matte yang memancarkan kesan premium. Namun, aksen hijau terang berbentuk segitiga pada logo "BLACK" memberi sentuhan segar yang langsung mengingatkan pada keaslian warna bubuk matcha.

black matcha by djarum kudus


 

Di bawah logo, kata "Matcha" ditampilkan secara sederhana lengkap dengan aksara Jepang "マッチャ". Tambahan detail ini menciptakan kesan modern pada kemasan tanpa memberikan tampilan yang terlalu ramai.

 

Di bagian belakang kemasan tertulis singkat, "It's Matcha by Black." Meski sederhana, kalimat ini efektif menegaskan bahwa produk ini menawarkan sesuatu yang baru dibandingkan varian Djarum Black lainnya.

Pita cukai Djarum Black Matcha 2026


 

Kemasan Djarum Black Matcha memuat 12 batang, dengan pita cukai menunjukkan harga eceran sekitar Rp18.675 untuk kemasan yang saya coba. Namun, saya membelinya di warung dekat rumah dengan harga Rp17.000,-. Dengan banderol segitu, produk ini menghadirkan pilihan kretek premium yang tetap ramah di kantong.

 

Review Djarum Black Matcha

 

Saya memutuskan untuk mencoba Djarum Black Matcha tanpa ekspektasi tinggi, karena tak jarang rokok dengan embel-embel rasa tertentu kehilangan karakter tembakaunya. Namun, produk ini berhasil menghindari jebakan tersebut.

 

Saat mengisap batang pertama, sensasi segar langsung terasa. Banyak yang mungkin mengira kesegaran ini berasal dari menthol, namun sebenarnya ada nuansa berbeda. Meski ada karakter dingin yang sedikit mengingatkan pada menthol, kesegarannya lebih halus, bulat, dan tidak menyakitkan tenggorokan.

 

Setelah beberapa isapan, aroma khas matcha mulai tercium. Menariknya, rasa teh hijau dalam rokok ini tidak berlebihan atau terlalu manis, melainkan seimbang sehingga tetap terasa elegan. Ketika bara mencapai pertengahan batang, aroma matcha semakin dominan.

its matcha by black djarum kudus


 

Pada momen ini terlihat bahwa Djarum sengaja menjadikan matcha sebagai fokus utama. Akibatnya, karakter tembakau terasa sedikit lebih samar di latar belakang. Meski tubuh kretek masih dapat dirasakan, kesegaran aroma matcha tetap mendominasi. Bagi penggemar kretek tradisional yang mencari kompleksitas tembakau dan cengkeh, pergeseran ini mungkin terasa sedikit berbeda. Namun bagi mereka yang lebih menikmati rokok beraroma segar, komposisi ini justru menjadi daya tarik yang memikat.

 

Aftertaste dari batang pertama adalah bagian favorit saya. Setelah asap lenyap, aroma matcha tetap bertahan cukup lama di mulut. Rasanya bersih, ringan, dan tidak meninggalkan rasa pahit atau berat yang mengganggu. Yang paling penting, aroma ini tidak membuat enek, melainkan justru menimbulkan keinginan untuk menyalakan batang berikutnya. Tak banyak kretek beraroma mampu memberikan kesan seperti ini.

 

Meski aroma matcha sedikit menutupi karakter tradisional khas kretek, namun dominasi kesegaran jelas menjadi inti dari produk ini. Djarum Black Matcha tidak dibuat untuk menghadirkan cita rasa kretek klasik seperti Djarum 76 atau Djarum Coklat Extra, melainkan untuk menawarkan pengalaman baru saat aroma teh hijau bersatu dengan cengkeh. Jadi, jangan mengharapkan ledakan rasa tembakau yang pekat, tapi nikmatilah perpaduan ringan, bersih, dan modern yang dihadirkannya dengan konsep berbeda.

 

Adapun karakter blend tembakau dalam produk ini tidak dijelaskan detail oleh PT Djarum. Saya pun tidak bisa memastikan apakah mereka menggunakan tembakau Temanggung, Madura, atau jenis lainnya. Namun dari pengalaman mengisapnya, tembakau yang digunakan memiliki karakter lembut dan tidak agresif. Kehadiran cengkeh terasa pas dan tidak mendominasi aroma matcha, memberikan kesan bahwa blend-nya diracik dengan cermat agar tercipta harmoni. Tembakaunya tampak berfungsi sebagai dasar yang kuat untuk menonjolkan identitas aroma matcha sebagai pemeran utama.

 

Djarum Black Matcha: Tidak Hanya Untuk Milenial?

 

Sekilas melihat desain kemasan, warna, dan tema matcha, produk ini memang tampak dirancang untuk menarik perhatian konsumen muda. Namun, setelah mencobanya sendiri, saya memiliki pandangan bahwa pasar yang ditargetkan sebenarnya jauh lebih luas.

 

Bagi perokok yang sudah terbiasa menikmati varian Djarum Black seperti Black Cappuccino atau Black Mild, peralihan ke Matcha mungkin terasa alami karena karakter serupa yang ditawarkan dalam hal pengalaman rasa. Bahkan bagi penikmat kretek tradisional, produk ini bisa dijadikan pilihan menarik saat mencari variasi. Meskipun mungkin merasa bahwa karakter tembakaunya terasa lebih lembut dibandingkan dengan kretek konvensional, sesekali mencoba pendekatan rasa baru justru bisa menghadirkan kenyamanan dan pengalaman berbeda.

wrap black matcha by djarum


 

Ada beberapa aspek dari SKT Djarum Black Matcha yang menurut saya layak diacungi jempol. Aroma matchanya terasa alami, tidak berlebihan, dan memberikan sensasi segar yang lembut tanpa mengiritasi tenggorokan. Aftertaste-nya pun sangat nyaman. Ditambah lagi, desain kemasannya terbilang premium dan modern, membuatnya cocok untuk dinikmati sambil bersantai atau menemani kopi di sore hari. Aroma serta rasa produk ini tidak terlalu "tajam" atau mencolok sehingga tidak mudah menimbulkan rasa enek bagi konsumen.

 

Catatan Kekurangan

 

Meski begitu, ada beberapa catatan yang mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan. Pertama, dominasi rasa matcha dapat mengurangi kehadiran karakter tembakau yang menjadi ciri khas kretek. Kedua, bagi penikmat kretek tradisional, sensasi unik yang ditawarkan varian ini mungkin membutuhkan waktu untuk benar-benar diterima karena perbedaannya cukup signifikan dari nuansa kretek konvensional. Kendati demikian, saya lebih memandang kedua hal tersebut sebagai konsekuensi dari konsep produk alih-alih kelemahan dalam proses produksinya.

 

Apakah Layak Dicoba?

 

Menurut saya, Djarum Black Matcha sukses menghadirkan inovasi unik di pasar kretek Indonesia. Tidak seperti produk lain yang hanya mengganti aroma atau memberikan sensasi dingin, produk ini menawarkan pengalaman merokok yang lebih ringan, segar, dan modern tanpa menghilangkan identitas kretek yang khas.

 

Bagi yang terbiasa dengan kretek klasik, rasa matcha yang cukup menonjol di produk ini mungkin memberikan kesan berbeda. Namun justru di situ letak keunikannya; menciptakan alternatif bagi mereka yang ingin keluar dari zona nyaman rasa tradisional tanpa harus berpindah ke jenis rokok nonkretek.

 

Pada akhirnya, saya melihat Djarum Black Matcha bukan hanya sebagai "kretek untuk milenial", tetapi lebih sebagai pilihan untuk siapa saja yang ingin menikmati sisi lain dari dunia kretek Indonesia. Produk ini berhasil memperkenalkan rasa yang lebih segar dan lebih halus sambil tetap mempertahankan karakter aroma cengkeh yang menjadi ciri khas utama kretek.

 

Arsip Visual Terbaru